3 Hal Penting Dalam Mengatur Keuangan

Kehidupan rumah tangga harus ditata dengan baik supaya keluarga tetap harmonis. Salah satu bagian yang harus ditata adalah bagian mengatur keuangan. Nah, kali ini saya akan berbagi 3 hal penting dalam mengatur keuangan. Metode yang saya bagikan ini bernama basic triangle yang terinspirasi dari buku Jouska.
Basic Triangle

3 hal penting dalam mengatur keuangan adalah sebagai berikut:
  1. Menentukan tujuan keuangan (goals);
  2. Menentukan profil risiko (risk profile);
  3. Melihat kemampuan keuangan (current financial statement).
Baiklah, mari kita bahas satu per satu, 3 hal penting dalam mengatur keuangan di atas :
1. Menentukan tujuan keuangan (goals)
Setiap perjalanan pasti mempunyai tujuan. Tujuan dalam perjalanan bisa bermacam-macam, bisa ke sekolah, tempat wisata, rumah sakit, rumah makan, dan lain-lain. Demikian halnya dengan tujuan keuangan.
Tujuan keuangan sebaiknya juga memiliki tujuan yang jelas. Tanpa tujuan yang jelas, uang yang kita dapatkan bisa habis untuk sesuatu yang mungkin tidak kita butuhkan. Akhirnya, saat kita melihat kondisi keuangan, kita bingung sendiri kemana perginya uang yang kita peroleh. Nah, untuk menghindari hal tersebut, dibutuhkan tujuan keuangan. Tujuan itu bisa berupa dana darurat, dana pendidikan, dana pensiun, dana wisata, dan lain-lain. Tujuan keuangan setiap orang bisa berbeda satu sama lain, jadi kita sendiri yang harus aware apa yang menjadi tujuan keuangan kita.
Secara garis besar, tujuan keuangan dapat dibagi menjadi dua, yaitu:
a. Tujuan wajib
Tujuan wajib adalah kebutuhan yang wajib dipenuhi seperti dana darurat, dana pendidikan, dan dana pensiun.
b. Tujuan tambahan
Tujuan tambahan adalah kebutuhan yang dapat dipenuhi setelah tujuan wajib telah terpenuhi atau bisa juga dikumpulkan secara berbarengan, misalnya dana untuk wisata, kalau kita menunggu target dana darurat tercapai baru jalan-jalan kan lama-lama kita bosan, jadi bolehlah disisihkan sedikit dananya untuk jalan-jalan.

2. Menentukan profil risiko (risk profile)
Profil risiko ini jika diibaratkan dalam perjalanan seperti jumlah orang yang kita ajak jalan. Semakin banyak orang yang kita ajak jalan, semakin besar juga profil risikonya.
Bayangkan jika kamu adalah anak pertama yang menjadi tulang punggung keluarga, yang masih harus membantu membiayai adikmu sekolah karena keuangan orang tuamu yang pas-pasan, istilah kekiniannya kamu adalah sandwich generation. Bandingkan dengan, jika kamu adalah anak dari keluarga yang perencanaan keuangannya sudah baik sehingga kamu hanya butuh memikirkan kebutuhanmu sendiri. Dari dua kondisi tersebut, profil risikonya tentu berbeda.
Semakin banyak tanggungan yang kamu miliki maka kebutuhan dana daruratmu akan semakin besar. Dengan demikian, masing-masing orang harus mengukur profil risiko keuangannya.

3. Melihat kemampuan keuangan (current financial statement)
Kemampuan keuangan ibarat kendaraan yang kita gunakan untuk mencapai tujuan dalam perjalanan. Kendaraan yang baik dan terawat tentu akan membawa kita mencapai tujuan yang diharapkan. Jika kendaraannya rusak bagaimana? Ya segera diperbaiki dong. Demikian halnya dengan keuangan pribadi.
Perencanaan keuangan yang baik akan menghantarkan kita mencapai tujuan keuangan. Namun, jika keuangan masih belum beres, misalnya terlalu banyak belanja hal-hal yang tidak sesuai kebutuhan, maka harus dibenahi dulu ya keuangannya. Yang perlu diperhatikan yaitu supaya tidak besar pasak daripada tiang. Untuk investasi dan menabung sebaiknya disisihkan, bukan disisakan.

Tiga hal penting dalam mengatur keuangan tersebut harus dikuasai jika ingin kondisi keuanganmu baik. Ketiga hal itu juga saling berhubungan satu sama lain. Oleh karena itu, jangan hanya fokus mencari income tambahan tetapi lupa mengelola keuangan ya.

Jika menurutmu, artikel ini bermanfaat, yuk share ke temanmu supaya lebih banyak yang tahu. Terima kasih.

Comments

Popular Posts

Ringkasan Buku Jouska The Principles of Personal Finance

Ringkasan Buku Value Investing : Beat The Market in Five Minutes

Ringkasan Buku Rich Dad Poor Dad