Tips Membeli Saham Untuk Pemula

Saat mulai investasi saham pernahkah terpikir, "Apa saham yang naik terus dalam jangka waktu tertentu dan risiko turun harganya hanya sedikit?". Perasaan takut salah beli saham dan terjebak dalam kerugian mungkin dialami oleh semua investor pemula, bahkan bisa membatalkan niat investor pemula untuk investasi saham.

Namun, ada cara yang dapat mengatasi hal tersebut yaitu dengan manajemen keuangan yang baik. Pada artikel ini saya akan memberikan tips untuk membeli saham yang relatif aman untuk pemula.

Sebelum membeli saham, pastikan kamu sudah tahu cara investasi saham, mulai dari pemilihan sekuritas hingga siap transaksi jual-beli saham.

Dari pengalaman dan berbagai sumber yang saya baca, inilah tips membeli saham untuk pemula, yaitu:

1. Saham Bluechip


Berdasarkan nilai kapitalisasi pasar, emiten dibagi menjadi 3 golongan :
  1. Saham 1st liner : Saham dengan kapitalisasi pasar di atas 50triliun Rupiah. (>50T)
  2. Saham 2nd liner : Saham dengan kapitalisasi pasar 10triliun s.d. 50triliun Rupiah. (10-50T)
  3. Saham 3rd liner : Saham dengan kapitalisasi pasar di bawah 10triliun Rupiah. (<10)
Saham 1st liner itulah yang biasanya disebut saham Bluechip. Istilah bluechip diambil dari permainan kasino, di mana bluechip adalah chip paling besar.

Mengapa membeli saham bluechip? Karena saham dengan kapitalisasi di atas 50T adalah saham perusahaan yang sudah stabil, pendapatan yang dicetak biasanya juga konsisten sehingga pergerakan harganya pun juga relatif aman serta diminati banyak investor.

Kapitalisasi pasar didapatkan dari : harga saham dikalikan dengan jumlah saham yang beredar.  Melihat kapitalisasi pasar dapat dilakukan melalui aplikasi saham maupun laporan keuangan.

Berikut ini adalah contoh melihat kapitalisasi pasar melalui IPOT :

2. Indeks LQ45

Pernahkah kalian mengira bahwa saham yang tergabung dalam indeks LQ45 adalah saham bluechip? Tidak sepenuhnya salah karena sebagian besar saham yang menghiasi indeks LQ45 adalah saham berkapitalisasi besar, namun tidak semua.

Indeks LQ45 adalah indeks yang berisi saham yang aktif diperdagangkan, oleh karena itu disebut Likuid karena volume perdagangannya yang besar sehingga saat kita mau membeli dan menjual pun sangat mudah transaksi tersebut terpenuhi.

Apakah ada saham yang tidak likuid? Ada. Sebagai contoh, jika kalian melihat harga saham BEKS, stagnan di harga Rp50. Investor yang memiliki saham tersebut akan kesulitan menjual saham di harga Rp50 ke atas. Investor yang membeli saham namun tidak dapat menjualnya sering disebut "nyangkut".

Nah, bagi investor saham pemula, sebaiknya memilih saham yang likuid sehingga saat ingin menjual sahamnya, dapat dilakukan dengan mudah.

IDX memperbarui indeks LQ45 ini setiap 6 bulan. Saham yang tergabung dalam indeks LQ45 dapat dilihat di link berikut : Indeks Saham.

3. Rasio sangat sederhana

Rasio laporan keuangan menolong kita untuk membandingkan beberapa perusahaan dalam industri yang sama secara obyektif. Rasio dapat digunakan untuk memperoleh gambaran awal kinerja suatu perusahaan sebelum menganalisa lebih dalam perusahaan tersebut.

Bagi pemula, ada beberapa rasio yang dapat digunakan yaitu :
  1. ROE (Return on Equity), digunakan untuk melihat persentase besarnya laba dibandingkan ekuitas. Semakin besar ROE, maka perusahaan tersebut semakin optimal dalam menggunakan ekuitas untuk mencetak laba.
  2. PBV (Price to Book Value), digunakan untuk melihat apakah harga saham tersebut murah atau mahal. PBV di bawah 1 artinya harga saham tersebut di bawah nilai buku, bisa dibilang murah tetapi tetap harus melihat perusahaan lain pada industri yang sama. Jika kalian perhatikan saham perusahaan bluechip, PBV pasti di atas 1.
Perusahaan yang memiliki ROE besar namun PBV kecil bisa dibilang murah. Namun, biasanya saham yang memiliki ROE di atas 20%, memiliki PBV lebih dari 1.

Rasio ini hanya bertujuan untuk gambaran awal, murah atau tidaknya suatu saham.

4. Membeli sedikit demi sedikit

Membeli saham sedikit demi sedikit artinya jangan langsung membeli saham dengan semua uang yang kalian miliki sehingga tidak stress jika harga sahamnya turun. Mengapa saya bilang stress? karena jika kalian membeli saham dengan semua uang yang kalian miliki, tidak menjadi masalah jika harga sahamnya naik, tetapi jika harga sahamnya turun, investor bisa stress, panik dan akhirnya merugi.

Dengan membeli sedikit demi sedikit (asalkan saham kalian saham bluechip), saat harga saham turun kalian bisa melakukan average down. Dan suatu saat, perusahaan yang berfundamental baik dan bertumbuh, pasti harga sahamnya akan naik.

Istilah membeli sedikit demi sedikit secara rutin ini sering disebut dengan jargon: Yuk Nabung Saham!

Belilah saham dengan uang yang memang dialokasikan untuk investasi saham, jangan menggunakan uang untuk dana darurat, apalagi sampai berhutang untuk membeli saham.

5. Menambah ilmu


Semua investor tentunya harus menambah ilmu supaya skill-nya bertambah. Kamu dapat membaca buku, mengikuti seminar, maupun sekolah pasar modal.

Bagi kamu yang ingin membaca ringkasan buku tentang keuangan dapat melihatnya di blog ini dengan label Summary.

Demikian tips membeli saham dari saya, semua hal di atas berdasarkan pengalaman dan pengetahuan saya. Semoga dapat menjadi referensi awal dalam membeli saham ya.

Yuk, bagikan artikel ini supaya semakin banyak yang tahu, dan subscribe untuk berlangganan artikel terbaru dari cendhela.com.

Terima kasih.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Tips Membeli Saham Untuk Pemula"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel